Selasa, 09 Mei 2017

Ceritaku

anugrah terbesar dari Tuhan bagiku adalah bisa mendapatkan cintamu yang aku harapkan selama ini 

haruskah kutulis semua perasaanku di atas permukaan air dengan tinta kasih sayangku ini kepadamu? 

satu impian terbesarku yang tak mungkin bisa tercapai adalah memilikimu tuk kulindungi dengan kasih sayangku 

tiap pagi, siang, sore dan malem kamu tak pernah bisa pergi dari pikiranku. aku selalu inget kamu 

inikah rasanya jatuh cinta ke kamu? meskipun perih rasanya aku tetap ingin perjuangkan perasaanku tuk dapetin cintamu

aku lebih baik sakit hati krn kejujuranmu daripada ketidak pastian yg kamu berikan selama ini 

hati dan pikiranku selalu tertuju padamu, akupun selalu memberi perhatian padamu. tapi.. kamu msh aja tdk mengerti juga dg perasaanku 

udah berusaha setia sampai hari ini, kenapa kamu malah membalasku dg mengacuhkan diriku? 

selamat malam buat seseorang yang selalu aku impikan di sana tetapi dia tak pernah memimpikan diriku. semoga tidurmu nyenyak yaaa... 

kedua orang tuamu sdh bisa menerimaku tuk jadi kekasihmu agar bisa menjagamu, tapi kenapa kamu beklum membuka pintu hatimu untukku? 

bodohkah diriku yang selalu menunggu dirimu yang tak pasti bisa kumiliki?

hatiku tak pernah bosan memilihmu tuk dicintai 

kau adlh jiwa dlm kehidupanku, aku ingin menjadi pahlawan kehidupanmu agar aku bisa memerdekakan hatimu demi kebahagiaan kita bersama 

dalam benakku cuma ada kamu... entah sampai kapan ku bertahan memikirkanmu yang tak pedulikan aku...

aku dan kamu itu benernya satu tapi kenapa kamu masih belum nerima kenyataan ini?

yang kuinginkan cuma satu, kamu mau menyimpan perasaanku ini di ruang hatimu 

aku tak pernah peduli apa kata orang tentang dirimu, yang aku pedulikan hanyalah perasaanku ke kamu yang sudah lama kusimpan di hati 

aku mencintaimu, aku memilikimu tapi aku tak bisa memiliki hatimu 

jk aku hny menginginkan kesempurnaan,dr dl ku takkan prnh memilihmu tuk jd kekasihku. buktinya, hingga saat ini ku msh mengharapkanmu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar