Selasa, 27 September 2016

Pda suatu hari aku  bertemu dgn seorang cwo di dumay(fb) bernma Dani ,,Dani adalh Murid Kls 1 SMA di Jawa Timur.... wlaupun trpisah jarak ,,kmi tetap mnjalin hubngan dgn baeik..kmi akrab sekali,,hingga ad prsa'an timbul di hati qw,,sperti nya cinta..hehehe
stelah lma kami kenal trnyta dia nembak aku jg akhir nya...tpi krna ad alsan yg ckup pass ..aku mnolak dia...wlwpun hati ku sngt sakit tp ku coba untuk hnya mnjali prshbtan sja dgn nya........

suatu hari Dani mnyuruh qw mncari s'org pcr untuk dia,,krna qw kasihan,,jdi qw comblangkan si Tania untuk Dani lewat fb,,,
dan kaget nya pda hari qw mncomblangkan itu,,mreka lgnsung jdian hari itu jga..hehehe awal nya aku senang sekali krna dlam hati qw qw puas bisa bkin Dani danb Indah senang...

tlah bbrpa minggu brlaluu,,prshbtan kmi msih brjlan lncar,,hingga pda suatu hari aku meminjam handphone Tania,,qw melihat pesan'' yg d.krim Dani untuk Tania,,sngat mesra layak nya psngan ,,
hal itu mmbuat qw sngat cmburu hingga qw brencna untuk mnghncurkan hubungan mreka br'2...
entah setan mna yg merasuki hingga niat itu ada dlm hati qw,,,aku bingung sekali dgn prsa'an qw yg sa'at itu di lnda cmburu...
aku mnyusun rncana hingga sesempurna mungkn agar dpt mnghncurkan hungan Dani dan Tania....
pada pagi yg cerah..aku mulai mlksnakan rncna qw itu...
rncana qw itu mmbuah kan hasil ,,akhirnya hubngan mreka br'2 mnjadi retak wlwpun blum ptus...
rasa gmbira sdh mnghapiri qw...

k'esokan hari nya di skolah aku brbicra dgn Tania tentang hbungan ny dgn Dani...
Tania brcerita smbiul mnangis ..bhwa bungan ny dgn Dani sdg mmburuk....

aku sgat kaget mlihat Tania mnangis,,aku sdar prbuatan ku itu slah ,,tak smestinya qw mnyakiti prsa'an shbat qw sndiri...
 akhirnya aku sndiri lah yg mmbantu mreka agar tdak ptus...
ku lakukan brbgai cra..
alhasil hubungan mreka mmbaik dan s'olah olah tdk prnah trjadi kretakan itu....

qw lihat lagi snyum di bibir Tania...
aku sngat senang,,,walwpun qw tetap hrus mngorbankan prs'an qw sndiri demi kbhgian shbat qw...


sekarang kami br'3 bershabat  untuk SELAMANYA....
Aku memandang kalender yang terletak di meja dengan kesal. Sabtu, 30 Maret 2002, hari ulang tahun perkawinan kami yang ketiga. Dan untuk ketiga kalinya pula Aa’ lupa. Ulang tahun pertama, Aa’ lupa karena harus rapat dengan direksi untuk menyelesaikan beberapa masalah keuangan perusahaan. Sebagai Direktur keuangan, Aa’ memang berkewajiban menyelesaikan masalah tersebut. Baiklah, aku maklum. Persoalan saat itu memang lumayan pelik.
Ulang tahun kedua, Aa’ harus keluar kota untuk melakukan presentasi. Kesibukannya membuatnya lupa. Dan setelah minta maaf, waktu aku menyatakan kekesalanku, dengan kalem ia menyahut,” Dik, toh aku sudah membuktikan cintaku sepanjang tahun. Hari itu tidak dirayakan kan tidak apa-apa. Cinta kan tidak butuh upacara…”
Sekarang, pagi-pagi ia sudah pamit ke kantor karena harus menyiapkan beberapa dokumen rapat. Ia pamit saat aku berada di kamar mandi. Aku memang sengaja tidak mengingatkannya tentang ulang tahun perkawinan kami. Aku ingin mengujinya, apakah ia ingat atau tidak kali ini. Nyatanya? Aku menarik napas panjang.
Heran, apa sih susahnya mengingat hari ulang tahun perkawinan sendiri? Aku mendengus kesal. Aa’ memang berbeda dengan aku. Ia kalem dan tidak ekspresif, apalagi romantis. Maka, tidak pernah ada bunga pada momen-momen istimewa atau puisi yang dituliskan di selembar kertas merah muda seperti yang sering kubayangkan saat sebelum aku menikah.
Sedangkan aku, ekspresif dan romantis. Aku selalu memberinya hadiah dengan kata-kata manis setiap hari ulang tahunnya. Aku juga tidak lupa mengucapkan berpuluh kali kata I love you setiap minggu. Mengirim pesan, bahkan puisi lewat sms saat ia keluar kota. Pokoknya, bagiku cinta harus diekspresikan dengan jelas. Karena kejelasan juga bagian dari cinta.
Aku tahu, kalau aku mencintai Aa’, aku harus menerimanya apa adanya. Tetapi, masak sih orang tidak mau berubah dan belajar? Bukankah aku sudah mengajarinya untuk bersikap lebih romantis? Ah, pokoknya aku kesal titik. Dan semua menjadi tidak menyenangkan bagiku. Aku uring-uringan. Aa’ jadi benar-benar menyebalkan di mataku. Aku mulai menghitung-hitung waktu dan perhatian yang diberikannya kepadaku dalam tiga tahun perkawinan kami. Tidak ada akhir minggu yang santai. Jarang sekali kami sempat pergi berdua untuk makan malam di luar. Waktu luang biasanya dihabiskannya untuk tidur sepanjang hari. Jadilah aku manyun sendiri hampir setiap hari minggu dan cuma bisa memandangnya mendengkur dengan manis di tempat tidur.
Rasa kesalku semakin menjadi. Apalagi, hubungan kami seminggu ini memang sedang tidak baik. Kami berdua sama-sama letih. Pekerjaan yang bertumpuk di tempat tugas kami masing-masing membuat kami bertemu di rumah dalam keadaan sama-sama letih dan mudah tersinggung satu sama lain. Jadilah, beberapa kali kami bertengkar minggu ini.
Sebenarnya, hari ini aku sudah mengosongkan semua jadual kegiatanku. Aku ingin berdua saja dengannya hari ini dan melakukan berbagai hal menyenangkan. Mestinya, Sabtu ini ia libur. Tetapi, begitulah Aa’. Sulit sekali baginya meninggalkan pekerjaannya, bahkan pada akhir pekan seperti ini. Mungkin, karena kami belum mempunyai anak. Sehingga ia tidak merasa perlu untuk meluangkan waktu pada akhir pekan seperti ini.
”Hen, kamu yakin mau menerima lamaran A’ Ridwan?” Diah sahabatku menatapku heran. ”Kakakku itu enggak romantis, lho. Tidak seperti suami romantis yang sering kau bayangkan. Dia itu tipe laki-laki serius yang hobinya bekerja keras. Baik sih, soleh, setia… Tapi enggak humoris. Pokoknya, hidup sama dia itu datar. Rutin dan membosankan. Isinya cuma kerja, kerja dan kerja…” Diah menyambung panjang lebar. Aku cuma senyum-senyum saja saat itu. Aa’ memang menanyakan kesediaanku untuk menerima lamaranku lewat Diah.
”Kamu kok gitu, sih? Enggak senang ya kalau aku jadi kakak iparmu?” tanyaku sambil cemberut. Diah tertawa melihatku. ”Yah, yang seperti ini mah tidak akan dilayani. Paling ditinggal pergi sama A’ Ridwan.” Diah tertawa geli. ”Kamu belum tahu kakakku, sih!” Tetapi, apapun kata Diah, aku telah bertekad untuk menerima lamaran Aa’. Aku yakin kami bisa saling menyesuaikan diri. Toh ia laki-laki yang baik. Itu sudah lebih dari cukup buatku.
Minggu-minggu pertama setelah perkawinan kami tidak banyak masalah berarti. Seperti layaknya pengantin baru, Aa’ berusaha romantis. Dan aku senang. Tetapi, semua berakhir saat masa cutinya berakhir. Ia segera berkutat dengan segala kesibukannya, tujuh hari dalam seminggu. Hampir tidak ada waktu yang tersisa untukku. Ceritaku yang antusias sering hanya ditanggapinya dengan ehm, oh, begitu ya… Itupun sambil terkantuk-kantuk memeluk guling. Dan, aku yang telah berjam-jam menunggunya untuk bercerita lantas kehilangan selera untuk melanjutkan cerita.
Begitulah… aku berusaha mengerti dan menerimanya. Tetapi pagi ini, kekesalanku kepadanya benar-benar mencapai puncaknya. Aku izin ke rumah ibu. Kukirim sms singkat kepadanya. Kutunggu. Satu jam kemudian baru kuterima jawabannya. Maaf, aku sedang rapat. Hati-hati. Salam untuk Ibu. Tuh, kan. Lihat. Bahkan ia membutuhkan waktu satu jam untuk membalas smsku. Rapat, presentasi, laporan keuangan, itulah saingan yang merebut perhatian suamiku.
Aku langsung masuk ke bekas kamarku yang sekarang ditempati Riri adikku. Kuhempaskan tubuhku dengan kesal. Aku baru saja akan memejamkan mataku saat samar-samar kudengar Ibu mengetuk pintu. Aku bangkit dengan malas.
”Kenapa Hen? Ada masalah dengan Ridwan?” Ibu membuka percakapan tanpa basa-basi. Aku mengangguk. Ibu memang tidak pernah bisa dibohongi. Ia selalu berhasil menebak dengan jitu.
Walau awalnya tersendat, akhirnya aku bercerita juga kepada Ibu. Mataku berkaca-kaca. Aku menumpahkan kekesalanku kepada Ibu. Ibu tersenyum mendengar ceritaku. Ia mengusap rambutku. ”Hen, mungkin semua ini salah Ibu dan Bapak yang terlalu memanjakan kamu. Sehingga kamu menjadi terganggu dengan sikap suamimu. Cobalah, Hen pikirkan baik-baik. Apa kekurangan Ridwan? Ia suami yang baik. Setia, jujur dan pekerja keras. Ridwan itu tidak pernah kasar sama kamu, rajin ibadah. Ia juga baik dan hormat kepada Ibu dan Bapak. Tidak semua suami seperti dia, Hen. Banyak orang yang dizholimi suaminya. Na’udzubillah!” Kata Ibu.
Aku terdiam. Yah, betul sih apa yang dikatakan Ibu. ”Tapi Bu, dia itu keterlaluan sekali. Masak Ulang tahun perkawinan sendiri tiga kali lupa. Lagi pula, dia itu sama sekali tidak punya waktu buat aku. Aku kan istrinya, bu. Bukan cuma bagian dari perabot rumah tangga yang hanya perlu ditengok sekali-sekali.” Aku masih kesal. Walaupun dalam hati aku membenarkan apa yang diucapkan Ibu.
Ya, selain sifat kurang romantisnya, sebenarnya apa kekurangan Aa’? Hampir tidak ada. Sebenarnya, ia berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanku dengan caranya sendiri. Ia selalu mendorongku untuk menambah ilmu dan memperluas wawasanku. Ia juga selalu menyemangatiku untuk lebih rajin beribadah dan selalu berbaik sangka kepada orang lain. Soal kesetiaan? Tidak diragukan. Diah satu kantor dengannya. Dan ia selalu bercerita denganku bagaimana Aa’ bersikap terhadap rekan-rekan wanitanya di kantor. Aa’ tidak pernah meladeni ajakan Anita yang tidak juga bosan menggoda dan mengajaknya kencan. Padahal kalau mau, dengan penampilannya yang selalu rapi dan cool seperti itu, tidak sulit buatnya menarik perhatian lawan jenis.
”Hen, kalau kamu merasa uring-uringan seperti itu, sebenarnya bukan Ridwan yang bermasalah. Persoalannya hanya satu, kamu kehilangan rasa syukur…” Ibu berkata tenang.
Aku memandang Ibu. Perkataan Ibu benar-benar menohokku. Ya, Ibu benar. Aku kehilangan rasa syukur. Bukankah baru dua minggu yang lalu aku membujuk Ranti, salah seorang sahabatku yang stres karena suaminya berselingkuh dengan wanita lain dan sangat kasar kepadanya? Bukankah aku yang mengajaknya ke dokter untuk mengobati memar yang ada di beberapa bagian tubuhnya karena dipukuli suaminya?
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu dengannya hari ini, mengapa aku tidak mengatakannya jauh-jauh hari agar ia dapat mengatur jadualnya? Bukankah aku bisa mengingatkannya dengan manis bahwa aku ingin pergi dengannya berdua saja hari ini. Mengapa aku tidak mencoba mengatakan kepadanya, bahwa aku ingin ia bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kesibukannya? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku segera pamit kepada Ibu. Aku bergegas pulang untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam yang romantis di rumah. Aku tidak memberitahunya. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Makan malam sudah siap. Aku menyiapkan masakan kegemaran Aa’ lengkap dengan rangkaian mawar merah di meja makan. Jam tujuh malam, Aa’ belum pulang. Aku menunggu dengan sabar. Jam sembilan malam, aku hanya menerima smsnya. Maaf aku terlambat pulang. Tugasku belum selesai. Makanan di meja sudah dingin. Mataku sudah berat, tetapi aku tetap menunggunya di ruang tamu.
Aku terbangun dengan kaget. Ya Allah, aku tertidur. Kulirik jam dinding, jam 11 malam. Aku bangkit. Seikat mawar merah tergeletak di meja. Di sebelahnya, tergeletak kartu ucapan dan kotak perhiasan mungil. Aa’ tertidur pulas di karpet. Ia belum membuka dasi dan kaos kakinya.
Kuambil kartu ucapan itu dan kubuka. Sebait puisi membuatku tersenyum.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Lewat kata yang tak sempat disampaikan
Awan kepada air yang menjadikannya tiada
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Selasa, 20 September 2016

tentang aku dan kamu mungkin bisa di bilang kita bukanlah anak kecil lagi, dan juga bisa di bilang kita sudah bisa menentukan langkah mana yang akan kita jalani.......di dalam hubungan yang kita jalani ini aku belum menemukan sosok kedewasaan di antara kita.......kita masih mau menang sendiri dan sifat egois ini yang membuat kita selalu bertengkar karena kita belum bisa /mampu mendewasakan diri......semoga setelah sekian banyaknya masalah yang kita lalui dari awal hingga sekarang ini kita mampu merubahnya dan memperbaiki segala kesalahan di masa lampau......agar terciptanya sesuatu yg harmonis dan hidup bahagia selamanya.....(amin). hubungan yang sudah kita jalani dengan sungguh" ini jangan pernah kau nodai dengan kebodohan duniawi karena duniawi hanyalah sementara dan dunia keabadianlah yang bakalan jadi harapan .....aku mohon jangan kau dustai semua ini........kau adalah harapan yang begitu besar buat ku....aku tidak tau apa yang akan terjadi apabila kamu sampai mendustai semuanya.....mungkin aku akan pergi untuk selamanya,tinggalin kamu dan tidak akan pernah ada kata maaf, karana dari awal aku dah ngejelasin semuanya bahwa jangan ada dusta di antara kita....untuk itu aku buat artikel ini agar kamu bisa selalu membacanya dan selalu teringat tentan jani kita.......hanya satu pinta ku dari mu teruslah setia kepadaku maka akan ku jaga kehormatan mu dan akan ku bahagiakan dirimu hingga ke alam keabadian......karena aku sungguh sangat mengharapkan dirimu seutuhnya........semoga cinta kita akan kekal abadi untuk selamanya.......(amin).
SEDIH hal itu memang semua orang terutama remaja pasti mengalaminya, hal itu terlihat lumrah karna semua orang pasti mengalaminya, tapi sedih, saki, galau, itu adalah perasaan yang paling amat di cari obatnya selain hanya bisa bersabar dan berusaha untuk selalu kuat.
lalu bagai mana untuk cepat menghilangkan rasa itu?? semua orang pasti bertanya-tanya, dan semua itu tergantung dari diri pribadi masing masing, hanya saran, kadang orang akan sedikit lupa dengan kesedihanya dengan  menyibukkan diri, meskipun tidak semuanya langsung hilang paing tidak mengurangi kesedihan, yaa dengan fokus bekerja, belajar, atau bermain dan bercanda dengan teman, bisa jadi dengan seiring waktu yang terus berjalan maka akan hilang perlaha
nah bagi kalian yang masih terserang penyakit yang rumit ini, saya menyediakan kata-kata galau untuk kita resapi bersama, dan jangan lupa untuk membaca post galau lainya,
Tak ada lagi yang tersisa untuk ku selain kenangan-kenangan yang indah saat bersamamu, mata indah yang denganya aku bisa melihat ke indahan cinta, mata indah yang dulu milikku, kini terasa jauh meninggalkanku.

Aku tidak mengabaikan kamu, aku hanya menunggu kamu menyadari kesalahan kamu, dan mencoba untuk memperbaiki itu. jika kamu tidak dapat melakukan itu, maka tidak ada lagi yang harus ku katakan.

maafkan aku jika aku telah mengukir luka di hatimu, maaf pula jika aku telah membuatmu meneteskan air mata, aku hanya bisa meminta maaf bila aku tak mampu memahamimu, memahami keinginanmu, tapi aku benar-benar menyayangimu dengan sebenar-benarnya ingin menjadi satu-satunya untuk mu.
Ada saatnya kau tertunduk sendiri di malam hari, teringat masa-masa yang telah kau lalui, bibirmu akan ter buka, tersenyum, dan tertawa. namun tanpa kau sadari matamu meneteskan air maata tanpa kau sadari, menyadari bahwa semua tak lagi ada.

jika kehadiranku hanya bisa menyakitimu, menyedih kan mu, membuatmu malu, dan mengecewakanmu, tolong beri tau aku, agar aku bisa membahagiakan mu dengan menjau dari mu.


Aku sangat menyayangi kamu, tapi aku hanya bisa menjagamu dari kejauhan, mungkin aku tersingkir karna ada orang yang lebih bisa membahagakanmu.


Aku lelah, tapi aku menunggu,

aku jenuh, tapi aku bertahan,
aku ingin, tapi aku mengerti,
sungguh biar aku yang memiliki sendiri apa yang tak ingin kau miliki.

tak sanggup membencimu

ku teringat akan cintamu yang selalu tulus untukku.
ku teringat akan tawamu yang selalu menghiburmu..
kamu lucu..yaaa.kata_kata itu yang selalu aku ucapkan kepadamu
aku sayank kamu..yaa..kata-kata itu yang selalu ku ungkapkan kepadamu.
tapi itu dulu. sekarang semuanya sudah berubah.
kamupun sudah ada yang punya.
kamupun sudah bahagia disana.
ingin sekali aku mengucapkan kamu lucu.sekali saja.
ingin sekali.aku memelukmu.sekali saja..agar kamu merasakan kalau aku takut kehilanganmu.
tapi aku tak  bisa melakukan semua itu.
aku tak mau mengganggu kebagiaanmu.
menunggu dan menunggu. hanya itu yang bisa aku lakukan..
doaku..bahagialah sayank disana.aku disini selalu menunggumu.menunggu cinta..yang pernah kita lalui bersama.

Mungkin dulu aku tersenyum,

mungkin dulu aku tertawa,
mungkin dulu aku berkata,
 tapi kini...
aku hanya bisa terdiam..
mencoba menahan air mataku.
selamat tinggal sayank..
kini kau tak seperti yang dulu. dulu kau ibarat cahaya yang
menerangi kesedihanku. dulu kau ibarat pahlawan yang
selalu menemani kesendirianku.. kau ingat dengan kata-kata ini.
jangan nakal-kata ya sayank disana. kamu punyakku sayank.
kita akan bersama selamanya. kau ingat dengan semua kata"itu... sayank.. kemana kamu.lagy apa??
kamu..aku sangat ingin bertanya kata-kata itu lagy..
kau tiba-kata menjauh.tanpa aku mengerti dimana letak
kesalahanku.. ingin sekali aku membencimu.
ingin sekali aku membalas sakit hati ini.tapi aku tak mampu..
cuma tangisan yang selalu menemaniku.
selamat tinggal sayank.. semoga kamu bersama orang yg tulus menyayangimu.
janji kita berdua untuk selalu bersama.akan tetap kubawa.
cuma satu pintaku.kenanglah aku didalam hidupmu. selamat tinggal sayank. kebahagiaamu adalah senyuman buatku.


Janganlah kau menganggap ss'org bagaikan batang tebu yang habis manis sepah di buang..seperti aku yang terus di anggap seperti itu..aku bagaikan jelangkung yang datang tak di jemput pulang tak di antar...dengan ke ikhlasan hati ini dan rasa sayang yang tulus maka aku menjalani dengan ikhlas..menjalani dengan sepenuh hati..rasa ini telah ku berikan semua kepadamu seperti air yang mengalir ke tempah yang membuatnya mengalir...tapi kenapa tak pernah merasakan..setahun ku menjalani kisah dengan ss'org tp anggapan dia slama ini aku hanya ss'org yang tak mau mengalah dan selalu benar..apa itu aku???????.....sepertinya tidak...aku hanya manusia biasa yang hanya bisa melakukan semampu dan sekuat tenaga ku...tapi kenapa kau perlakukan aku seperti boneka...sepertinya kau mempermainkan aku mempermainkan perasaan ini yang telah ku berikan smua untuk mu dengan utuh..kenapa kau tak memberi tau kan dia..di otak ini aku slalu mempertanyakan slalu...di benak ini slalu bertanya....apa aku yang akan bertahta apa dia ????????
seperetinya hanya dia...wajah mu mirip denganya sedangkan dengan aku tidak...aku ini masih anak kecil yang mencintai orang dewasa seperti mu...tetapi hati ini telah memberi rasa kasih sayang yang tulus kepadamu..semakin ku menyayangimu aku semakin takut untuk kehilangan kamu...hall apa tak pernah aku lakukan untuk mu kasih..semua ku lakukan hanya untuk kamu..semua demi kamu..apa kamu tau itu...ku slalu ingin bersama mu setiap saat & aku mau ada di samping kamu meski kamu butuh atau tak butuh diri ini...
andai kau tau hati ini...
aku menyayangimu & mencintai mu dengan tulus kasihh...
Aku menyayangi mu ....
Jikalah malam tiada berbintang, manalah indah malam sesunyi ini.
Jikalah embun tiada menitik, manalah segar daun di pagi hari.
Jikalah aku jauh dariMu, kemana hendak kucari kebahagiaan sejati. Sedangkan Engkau yang menurunkan kebahagiaan ke dalam jiwaku ini. 
Ternyata begitulah kehidupan.

Tak selamanya dipenuhi  bunga-bunga kebahagiaan, tidak pula selamanya dalam kesulitan.

Seperti matahari yang terbit dan tenggelam. Seperti siang yang bergantian dengan malam. Semuanya berputar dan bergantian.

Hanya saja...

Sebagai seorang wanita, terkadang hati ini rapuh.

Adakalanya ia membutuhkan seseorang yang kuat, yang menjaga kedamaian jiwanya, yang menentramkan resah hatinya.

Ada saat-saat dimana diri ini ingin menangis mencurahkan segala isi hati di pelukan sang kekasih.

Ya, wanita memang dianugerahi air mata agar ringan beban deritanya. Ketika dada sesak menahan emosi, air mata itu menguraikannya.

Ketika kesedihan menggetarkan hati, air mata ini menenangkannya.

Begitu pula ketika berbahagia, air mata ini menetes tanpa kuasa menahannya.


Setiap kata di bawah ini adalah curahan hati perempuan.

Perempuan itu adalah diriku sendiri. Seorang muslimah, seorang istri, dan seorang perempuan biasa.

Kaulah Cintaku

Malam ini sangat dingin,..
Kuingin malam ini kebahagian akan datang menghampiriku
Kuingin malam ini lebih baik dari malam kemarin
Meskipun ku harus berjalan dalam cinta yang semu
Meskipun ku harus bertahan dan akan tetap bertahan,..
Terkadang ku bertanya sampai kapan hati ini akan mampu
Aku tak banyak berharap darimu
Ku tak tahu apakah dihatimu ada cinta untukku
Aku hanya ingin kau menyanyangiku dengan tulus dan apa adanya
Kuberharap kemesraan akan dapat menebarkan keharuman kasih sayang
yang mampu mendamaikan hatiku yang luka
yang ku mau hanyalah Sayang, perhatian dan cintamu
Karena jauh dilubuk hatiku yang dalam hanya "kaulah cintaku"

Aku Kecewa Padamu.`♥`

Sudah sekian lama Qta bersama,
terlalu banyak lika liku cinta yang Qta lalui bersama
tadinya ku berharap cinta diantara Qta dapat berdiri kuat dan kokoh.
Tapi ternyata ku salah,,
Cinta yang tadinya indah kini tlah hancur
bukan karna badai cinta yang menerjang,
bukan pula karna ada orang lain yang ingin menghancurkan.
Melainkan karna kamu lah yang menghancurkannya.
Aku tak menyangka,
perkataan singkatmu membuatku terluka
sungguh Aku tak berdaya menerima kenyataan ini,,
semua perkataanmu sangat menyakitkan.
Perih hatiku bagai disayat sembilu,
terlalu dalam hatiku kau hancurkan.
Begitu sulit rasanya hatiku menerima,
kenyataan yang membuatku sangat terluka.
Sungguh Aku Kecewa Padamu.
.`♥

`(♥)`Cinta Tak Harus Memiliki.`(♥)`

Mencoba bertahan di atas puing-puing cinta yang tlah rapuh
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup untuk ku menunggu
Semua rasa kini tlah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kau tak cinta lagi
Dahulu ku mencintaimu
Dahulu ku menginginkanmu
Meskipun tak pernah ada jawaban
Tak berniat ku meninggalkanmu
Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang ku mengerti
Cinta tak harus memiliki.`♥`