Selasa, 18 Oktober 2016

CINTA......

Cinta itu butuh pengorbaan bukan hanya ucapan saja yang biasanya di ucapkan oleh seseorang.
Cinta akan tumbuh dari hati yang paling dalam. Cinta yang akan mempersatukan hubungan antara dua orang menjadi satu.Tetapi jika di ibaratkancinta itu seperti api jika di jaga akan menghangatkan hati tetapi jika tidak di jaga akn padam dan salah satu yang membuat api itu padam adalah kecemburuan.Dan cinta juga di ibaratkan dengan bunga mawar jika kita genggam bunga mawar itu kita akan tertusuk dan jika kita memegangnya denganlembut maka kita akan merasakan kelembutan cinta itu.Biarkan cinta itu mengalir seperti air kan kalau cinta itu dipaksakan akan menyakitkan hati seseorang dan biarkan cinta akan indah pada waktunya. Cinta adalah suatu misteri yang sulit dimengerti cinta itu akan terpancar dan tumbuh dari dalam hati seseorang dan cinta bukan hanya untuk kebahagian tetapi cinta juga akan membawa kita ke kesedihan. Cinta adalah cahaya di dalam kegelapan malam. Cinta juga bisa menghangatkan diri kita saat kedinginan . Cinta tidak butuh kata - kata saja tetapi pembuktian.

I love you 

Selasa, 04 Oktober 2016

Diammu

Diam
membuat hancur sebagian tubuhku..
dikala angin timur datang.
buat dingin tubuhku hingga kedasar tulang.
aku tersenyum pahit..
ketika kau mulai mencibir dan
menampakkan kemunafikan kalian..

ketika ikatan dihancurkan oleh pengkhianatan..
ketika cintaku dibutakan oleh nafsu..
ketika perdamaian digilas kasar oleh pembantaian.
Diam... Semakin membuatku terinjak-injak tawa
Mencabik perlahan tubuhku
Dengan pisau kepalsuanmu
Image result for diammu

Kalutnya Cinta

Dalam lamunan sepi ini
aku terdampar dalam kegelisahan
memikirkan semua tentang dirimu yang kalut
yang tak pernah mengerti semua tentang diriku
hanya ada saat kau sepi dalam kegelisahaan

dalam lamunan yang rumit ini
aku terhanyut dalam kisah tak tentu ini
kisah yang bingung aku cerna
kisah yang tak karuan rasanya
aku terpuruk oleh cintamu

dalam jalan yang terjal ini
aku selalu berjalan dengan sabar
mencoba meluruskan semuanya
tetapi kau tak pernah menghargai
sekarang semua kuserahkan pada angin
pada hari hari yang kian tua
kepada waktu yang bisa menjawab
teruntukmu yang tak pernah menghargaiku
 Image result for kalutnya cinta

" Rindu "



Suatu kali kutemukan..
Angin yang menghembuskan ribuan harapan..
yang menyongsong masuk melewati celah diantara belikar duri..
Bertarung melawan kepekatan..
yang diakibatkan kekhawatiranku..
gagal menjagamu..

        Miliki aku dengan segala kelemahanku..
        Pantaskah? jika tiap helai dari mereka berkata..
        Keindahanmu tak seharusnya aku yang merasakan..
        Insan yang buta seperti diriku memang sepantasnya dihina..
       
Berkaca dari perkataan mereka..
Bantu aku belajar..
Bantu aku bangun..
Bantu aku berlari..
Mengejar ketertinggalanku..
yang seolah ingin selalu ada dalam dekapanmu..
Jangan pernah letih tuk saling menyayangi..
Kita pernah berjanji tuk saling bahagia..
Maka kita akan merasakan yang namanya jatuh bersama..
Kondisi itu akan membuat kita mengerti..
tentang makna terdalam kebahagiaan yang sebenarnya..

        Sentuhan lembut jari jemarimu yang senada dengan senyum manismu..
        sudah cukup menjadi bingkai dalam perannya menjadi penenang batin..
        Kala jauh darimu seperti saat ini..
        Pancaran bulan hanya mampu mengkiaskan sebagian kerinduanku..

Awan hitam mungkin tengah mengantui kita..
Tapi semua akan berakhir yang ditandai.. 
hangatnya surya..

        Kecemerlanganmu, keanggunanmu, dan keindahanmu..
        Merupakan aura yang tiap saat kau hadirkan..
        Mereka tak sedikitpun mengusik kenyamanan..
        yang sudah terlanjur kau hamparkan..

Jika hanya dengan 'Kesabaran' aku bisa terus ada disampingmu..
Akan kulakukan..
Meski jutaan panah telah membidikku..
Akan kulakukan..
Walau puluhan tombak tlah sejajar dengan kedua mataku..        

        Apakau engkau enggan merasakan..
        Bagaimana jika rindu hanya mampu terpendam..
        Saat berharap kabar engkau lantunkan..
        Justru mereka sengaja kau tiadakan..
        Hari ini..                
       
Kabar demi kabar yang kau berikan..
Setidaknya seperti berperan sebagai suatu hirupan nafasku..
yang terus mengikat dan berkelanjutan..
Antara satu hirupan dengan helaan yang lainnya..

        Rinduku kau bayar dengan kekhawatiranku yang makin jadi..
        Kebingungan yang selalu menghantui..
        Saat aku tak sanggung mengungungkap..
        Bagaimana kondisimu yang sebenarnya..

Malam mulai singgah menggantikan siang..
Ketika itulah akan terasa..
Bagaimana kerisauan yang selalu menghinggapi..
Saat mencoba meresapi kerinduan yang mendalam ini..

        Aku kangennnnn....

" Aku Kepada-Mu "



Bayangmu takkan pernah berhenti..
Terus menghinggap hingga mengendap di pelupuk mata..
Asamu takkan pernah sirna..
Terus merangkak menemani kisahku..

    Saat kelabu menggerayangi nuraniku..
    Pikiranku tertuju kepadamu..
    Selalu kutanyakan..
    Ada apa dibalik cobaan Tuhanku ini..

Wahai sang penguasa jiwa..
Ingatkan aku bagaimana caranya kemarin..
Aku bangkit dari keterpurukan..
Saat Kau hadirkan halilintar menyambar kesombongan ini..
Saat badai Engkau tiupkan..
Meluluhlantahkan harapanku yang semu..

     Sejatinya rangkaian hari demi hariku berbisik..
     Tentang gambaran kelemahan raga ini..
     Aku sadar lemahnya jiwa ini pertanda ketidaklayakan aku..
     Menjalani terjangan ombak, tusukan angin, atau kepedihanku sendiri..
     Melihat kelemahanku menggerogoti harapanku..

Tangan yang semestinya mampu mengusap linangan air mata..
Entah mengapa kali ini mereka enggan melakukannya..
Apa yang sebenarnya mereka rasakan..
Atau kebencian yang menghinggapi jiwa mereka..

    Wahai sang penguasa Hati..
    Hanya Engkaulah tempat sandaran hati..
    Ketika hati terombang ambing dan ingin berlabuh..
    Engkau selalu ingatkan "Kemarilah, Masih ada Aku disini"..

Ya Allah sadarkan aku atas kuasaMu..
Tunjukanlah kepada hamba jalan yang engkau Ridhoi..
Berikanlah hamba sifat amanah..
Agar terhindar dari segala fitnah..

    Aku butuh bimbinganMu Wahai pencipta alam semesta..
    Terangilah hamba dalam setiap langkah demi langkah kaki hamba..
    SentuhanMu yang lembut akan membuat batin ini tenang..
    RangkulanMu yang erat akan membuat raga terasa kuat..

Keadaan yang tak aku harapkan..
Sejatinya terbaik untukku Menurut pandanganMu..
Kadangkala yang aku harapkanpun seperti itu..


    Wahai Allah Tuhan Semesta Alam..
    HambaMu kini merasakan sesuatu yang indah dalam kisah hidupnya..
    Namun aku tak mengerti apakah ini Rahmat atau Ujian Hebat..
    Hamba menitipkan rasa ini kepadaMu..
    Jaga dan sucikan hati ini Ya Rabb..
    Hingga suatu waktu nanti Engkau jadikan aku dan dia..
    sebagai kita..

Rabb.. bantulah aku berfikir..
Atas kedahsyatanMu menciptakan langit..
Tunjukanlah kepada mata ini..
KeAgunganMu dari proses penciptaannya..
Tunjukan juga kepada akal ini..
KeHebatanMu diluar penalaranku..

" Takkan Terlepas "




Ketika malam menghadirkan sejuta bintang bercahaya terang..
Mata ini justru tertuju oleh tatapanmu..
Hadirmu yang terbiasa mengusik kegelisahanku..
Membuat rasa gelisah itu bertekuk lutut..
Diantara bayangmu yang semu..

    Wanita sesuci dirimu..
    Takkan mungkin aku dustakan dengan sikapku..
    Yang kiranya mampu menyakitimu..
    Apalagi harus menanggung beban..
    karena kemampuanku yang lemah dihadapanmu..

Ketika engkau bentangkan sayap cinta..
Aku bersama angin berlomba..
Berharap bisa menggenggam sehelai bulu yang terjatuh..
dari kepakkan kedua sayapmu..

    Wanita seanggun dirimu..
    Takkan mungkin aku dustakan dengan rasa kecewamu..
    Yang kiranya membuatmu jatuh tak berdaya..
    Apalagi harus menanggung beban..
    Karena ragaku yang tak terhingga dipelupuk matamu..

Engkau singsingkan segala keraguan yang mengendap..
Engkau singkirkan segala rasa tak berujung bahagia..
Aku bersama bayangmu..
Melewati kisah hidupku yang penuh arti dirimu..

    Segenap hatiku ingin selalu menjadi rumahmu..
    Namun apalah arti aku..
    Mengharapmu namun tak memantaskan diri?

Saat cahaya mentari jatuh diantara kelopak mata..
Aku teringat akan kebersamaan kita..
Dimana aku, kamu dan mentari pernah bersenda gurau..

    Kala itu aku nyatakan segenap perasaan yang telah lama terpendam..
    Meski terbata dalam berucap..
    Namun hati ini mensiratkan perasaan yang sebenarnya..

Dalam kisah kita..
Kamu hadir bagaikan tuan putri yang begitu menghangatkan..
Selalu terucap syukur saat kau rangkul pundak ini..
Apa aku bisa terus merasakannya ?

    Semua yang telah kau berikan..
    Untukku itulah hal indah..
    Liku jalan yang menyiratkan kemampuan cinta kita..
    Itulah yang dinamakan Jalan terjal..
    Suatu hari nanti mampu kau sadari..
    Tanpa kamu apalah arti aku..
    Yang selalu butuh sentuhan jari-jemarimu..
    Atau dekapan erat penuh makna darimu..

Saat ragamu tak tertandingi kehebatanku..
Akulah yang akan membuatmu merasa takluk..
Nirwana itu hanya sanggup menjadi saksi kisah kita..
Takkan terhapus zaman atau tertindas oleh keraguan..
Inilah kita yang sedang mendaki bersama..
Ke arah dimana Tuhan menyatukan kita..
Aku dan kamu yang penuh arti..

    I love you so much..
    Aku sayang kamu..
    Princess..

" Bersamamu, Selamanya kan? "

Hasil gambar untuk bersamamu bahagia

Bayangmu takkan pernah berhenti..
Terus menghinggap hingga mengendap di pelupuk mata..
Asamu takkan pernah sirna..
Terus merangkak menemani kisahku..

    Saat kelabu menggerayangi nuraniku..
    Pikiranku tertuju kepadamu..
    Selalu kutanyakan..
    Ada apa dibalik cobaan Tuhanku ini..

Ingin sekali kutepuk bahumu..
rasanya berat ketika aku sadar..
Rasa kekecewaanmu itu..
Sebenernya kau tujukan untukku..

    Aku sedih..
    Ternyata..
    Badmoodmu, Kesalmu, Bencimu..
    Akulah aktornya..

Bayangkan..
Matahari yang biasa tersenyum terang di pagi hari..
Di waktu itu dia terbungkam..
menyayangkan apa yang terjadi..

    Indah memang indah..
    Tak pernah terpungkiri..
    Kalau aku sekarang tergenggam tanganmu..
    Kita berbagi kita tertawa bersama..

Warna anggunmu yang tak pernah pudar..
Selalu memberi kesan berwarna dihati yang gelap..
Bersamamu..
Bebanku selalu terbagikan..
Didekatmu..
Kita seperti Angin dan Hujan..

    Sadarkah engkau..
    Ketika aku merana, menahan rindu yang berkecamuk..
    Hanya satu pelampiasanku..
    Mohon dengan sangat,
    Jangan kau halangi semuanya..

Jangan pernah punya niatan pergi..
dan jangan berjanji untuk tetap setia..
Kesetiaan tidak mampu dipaksa..
Melihatmu tulus menyayangiku..
Itu lebih baik, walau hanya sekejap dimata..

    Namun aku sungguh Berterima Kasih..
    Sejauh ini Ketulusan hatimu masih terjaga untukku..
    Dalam hati berharap itu terjaga untuk selamanya.. 

" KuasaMu "

Keangkuhan sang badai..

Keganasan si lubang hitam..
Lukisan keindahan dimensi sang jagad raya..
Hingga Kedermawanan permadani..
Semua itu tertiup dalam KuasaMu..
Masya Allah..


Dalam tiap langkahku ada ketetepanMu bagiku..
Kenikmatan yang meninggikan tingkat keangkuhanku..
Membuat mata hingga telingaku tertutup menggapai Syukur..
Aku terpuaskan oleh NikmatMu, namun Engkau tak terpuaskan Oleh Syukurku..
Astagfirullah hal'Adzim..


Titian hidupku berlapis..
Aku lupa menghadapMu..
ketika gundahku merana meradang menggerogoti sukmaku..
Tuhan, Aku ingin bersamaMu dalam gelapku..


Hari ini kutumpahkan segala rasa bahagiaku..
Ketika kutatap rembulan dan hamparan cahayanya..
Mereka tersenyum dan menatap dengan penuh tanda tanya..
Kuceritakan padanya segalanya yang membuatku bahagia..


Ketika mereka mendengarkan tentang kebahagiaanku memiliki ibu..
Sang bulan bertanya kepadaku..
"Ibumu itu sesempurna apa?"
"Ibuku tak sempurna wahai Bulan", Aku menjawabnya..
"Namun apa yang membuatmu Bahagia?", Tanya Bulan..
"Ketidaksempurnaannya yang dijadikannya sebagai andalan untuk menjadikan aku makhluk yang istimewa,Dia melahirkanku dengan rasa sakit yang mendalam, Kelelahannya begitu memuncak saat itu, Terbayangkan sakitnya? ketika jantung memompa begitu dahsyat sedangkan persediaan oksigen menipis"


Hari ini juga kutumpahkan segala rasa kecewaku..
Ketika kutatap bintang dengan Indahnya kerlipan cahayanya..
mereka merintih dan menatap dengan penuh tanda tanya..
Kucertikan padanya segalanya yang membuatku sedih..


Ketika mereka mendengar tentang kekecewaanku..
Sang bintang bertanya padaku...
"Kecintaanmu padanya itu sesempurna apa?"
"Cintaku tak sesempurna cinta Allah padaku wahai bintang", aku menjawabnya..
"Juga tak setulus Ibuku yang menyayangiku"..
"Namun apa itu yang membuatmu kecewa?"..
"Bukan"..
"Lalu apa?" Sahut bintang..
"Ketika aku sadar cintaku tak membuatnya merasa istimewa dihadapan Tuhan, lebihnya justru membuat RasulNya sedih"..



Kini aku berada didalam suatu dilema yang besar..
Sungguh sebuah pilihan yang membuatku lelah..
Ingin sekali kubuktikan cinta ini..
Seperti Angin yang membuktikan badai..


Aku menyayangimu..
Mencintaimu..
Aku takut kehilanganmu..
melewatkanmu..